top of page
Search
  • Writer's pictureBeasiswa Belajar Sempurna

Kukira Kau Rumah, Nyatanya Kau Cuma Aku Sewa

Kebutuhan hunian di masa saat ini semakin tinggi seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Dengan besarnya permintaan hunian maka harga – harga di pasaran juga semakin melangit. Ditambah lagi dengan hobi gen Z untuk mengeluarkan uang untuk hobi dan belanja membuat mereka semakin sulit untuk menabung dan membeli rumah.


Eits! Punya rumah memang enak, tapi memutuskan belum membeli rumah dengan pertimbangan finansial juga merupakan keputusan yang bijaksana! Ada beberapa hal yang harus kita consider sebelum memutuskan membeli rumah:

  1. Reasons, pastikan membeli rumah memang karena kebutuhan dan bukan karena gengsi pergaulan. Membelli rumah bukanlah ajang pembuktian tapi bagaimana membuat keputusan di waktu yang tepat.

  2. Income, pastikan pemasukan sudah stabil karena cashflow sangat penting khususnya untuk yang mau beli rumah secara mencicil melalui KPR

  3. Saving, Pastikan sudah ada tabungan untuk keperluan administrasi KPR dan uang mukanya. Uang muka biasanya minimal 10 - 30%, makin besar makin bagus.

Ingat! Tidak perlu terburu - buru. Kita tidak sedang berlomba. Tunggu momen yang tepat ketika harga housing sedang murah. Cek harga market lewat olx dan lain - lain. Lihat kenaikan/penurunan bunga acuan Bank Indonesia.



Kenalan dengan KPR!

KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah merupakan cara bagi sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah. KPR bisa digunakan untuk membeli rumah baru, bekas, ataupun sekedar renovasi. KPR juga memiliki opsi Syariah dengan prinsip jual-beli atau sewa-beli dimana Bank akan memberikan informasi margin secara transparan.


Dalam KPR konvensional, terdapat jenis – jenis bunga yang harus kamu ketahui. Berdasarkan dari besaran bunga ada bunga fixed, cap, dan floating.

  1. Fixed, Suku bunga KPR Fixed bersifat tetap. Dalam skema bunga fixed, bunga KPR yang ditetapkan akan dengan nilai sama dalam jangka waktu tertentu.

  2. Floating, Bunga KPR floating merupakan kebalikan dari fixed. Sistem ini paling umum diterapkan oleh bank dalam kredit pemilikan rumah (KPR). Adapun arti ringkasnya, bunga floating adalah bunga yang mengambang. Sesuai dengan namanya, sifat dari bunga floating yakni selalu fluktuatif atau berubah-ubah dalam jangka waktu tertentu.

  3. Bunga KPR Cap pada dasarnya mempunyai mekanisme mirip dengan bunga floating. Perbedaannya adalah patokan nilai dalam bunga floating tidak ada batasannya, sedangkan di bunga Cap memiliki batas maksimum dalam jangka waktu tertentu.


Berdasarkan dari metode pembayaran cicilan, perhitungan bunga dibagi berdasarkan metode flat, effective, dan annuitas.

1. Bunga Fixed, jumlah besaran pokok dan bunga secara komposisi selalu sama di tiap pembayaran.


2. Bunga Efektif, jumlah besaran pokok selalu sama namun perhitungan bunga dilihat berdasarkan sisa nilai pokoknya.


3. Bunga Annuitas, dimana nilai besaran pokok dan bunga selalu berubah namun besaran angsuran selalu sama.


Untuk menentukan bunga metode pembayaran harus dilakukan simulasi secara manual untuk dapat melihat metode pembayaran mana yang lebih murah.


Selain KPR konvensional dan sharia terdapat KPR Subsidi yang bisa menjadi opsi alternatif untuk penduduk Indonesia yang memiliki penghasilan <4jt/mo untuk pembelian KPR rumah tapak dan <7jt/mo untuk pembelian KPR rumah susun. KPR subsidi juga tersedia untuk opsi konvensional ataupun Syariah.



KPR SHARIA VS KONVENSIONAL

Terdapat perbedaan pendapat antara memilih KPR. Namun kurang lebih berikut merupakan justifikasi penggunaan KPR Shariah disbanding dengan konvensional.


Plus:

  • Tidak ada bunga sehingga tidak terpengaruh kenaikan bunga acuan BI

  • Keuntungan/margin bank bersifat transparan

  • Tidak ada denda keterlambatan, jika ada menggunakan prinsip ta'zir

  • Bebas Riba (InshaAllah)


Minus:

  • Tidak ada bunga sehingga tidak terpengaruh penurunan bunga acuan BI

  • Tambahan biaya akad

  • Tenor pinjaman cendrung lebih singkat

  • Harus mau belajar lebih terkait akad



Nice Things to Know:

  1. Cicilan, jumlah cicilan KPR yang disarankan agar tidak mempengaruhi cashflowmu adalah 30% dari penghasilan dan usahakan sedang tidak mengambil kredit yang lain.

  2. Asuransi, pastikan akta KPR sudah meliputi asuransi

  3. Payroll, Ajukan KPR kepada bank yang menjadi payroll kantor (gajian) karena biasanya Bank akan memberikan bunga/harga yag lebih kecil.

  4. ASN/POLRI/TNI/BUMN. Biasanya bank akan memberikan kemudahan kepada pegawai yang tingkat job dismissal lebih kecil.



Hitung Target KPR-mu

Terdapat banyak perhitungan kalkulator KPR yang disediakan oleh Bank di Indonesia yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI


Case Study

Penghasilan : Rp 7.000.000,-

Asumsi Bunga : 12%

Asumsi Tenor : 10 Tahun


Berdasarkan hasil diatas maka limit kredit maks rumah yang bias diterima oleh Bank adalah Rp 270.000.000,- dengan angsuran setiap bulannya adalah Rp 3.850.000,-. Berdasarkan hasil tersebut maka cicilan dinilai tidak sehat karena lebih dari 30%.


Lantas bagaimana caranya dengan gaji tersebut bias mendapatkan limit yang lebih tinggi? Berikut ini adalah solusinya:

  1. Memperpanjang masa tenor, hal ini menjadi solusi yang kurang disukai karena mempermahal harga rumah secara total.

  2. Memperbesar penghasilan, Penghasilan yang lebih besar maka akan meningkatkan nilai limit yang bias diambil nasabah. Perlu diketahui juga bahwa Bank mempertimbangkan akumulatif gaji pasangan sehingga apabila kedua suami – istri memiliki penghasilan maka nilai limit akan lebih tinggi.


11 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page